
JAKARTA, iDoPress - Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional Universitas Indonesia (UI) Erwin Agustian Panigoro menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual oleh 16 orang mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UI.
"Pada intinya, Universitas Indonesia telah mengetahui dan merespons isu ini dengan serius," ujar Erwin saat dikonfirmasi iDoPress, Senin (13/4/2026).
Dekan Fakultas Hukum UI juga telah merilis pernyataan resmi pada 12 April 2026 yang menegaskan bahwa Fakultas dan Universitas mengecam keras perbuatan tersebut.
"Fakultas mengecam keras segala bentik perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik," bunyi pernyataan Fakultas Hukum UI yang diunggah di Instagramnya.
Saat ini, proses penelusuran dan verifikasi sedang berjalan secara cermat dan menyeluruh oleh pihak Fakultas dan Universitas Indonesia dengan berkoordinasi bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UI.
"Universitas menjamin perlindungan, kerahasiaan, serta pendampingan bagi pihak yang terdampak," kata Erwin.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 16 orang mahasiswa diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Fakultas Hukum UI.
Dugaan pelecehan seksual ini viral di media sosial, berupa percakapan yang mengarah ke hal seksual dalam sebuah grup media sosial.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo membenarkan adanya kejadian tersebut.
Dimas mengatakan, kejadian ini semula terungkap saat 16 orang mahasiswa tiba-tiba meminta maaf di grup angkatan.
"Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16 pelaku. Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka," ujar Dimas saat dihubungi iDoPress, Senin.
"Jadi sebenarnya bagi kita sudah ada pengakuan mereka, mereka adalah pelaku, bukan lagi terduga pelaku," tegas dia.
Permintaan maaf disampaikan pelaku pada Sabtu (11/4/2026) menjelang Minggu (12/4/2026) dini hari.
Mereka merupakan mahasiswa angkatan 2023 FH UI.
"Para pelaku ini menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui grup angkatan. tanpa ada konteks yang jelas," tutur Dimas.
Jelajahi konten kami yang dikuratori, tetap mendapat informasi tentang inovasi inovatif, dan perjalanan ke masa depan sains dan teknologi.
© Teknologi aplikasi cerdas
Kebijakan pribadi